Category Archives: Wawasan

Tips Melancarkan ASI Setelah Melahirkan

Saat pertama kali menyusui seorang ibu sering khawatir akan pasokan Asi mereka. Kabanyakan ibu cukup memiliki pasokan ASI bagi bayi mereka, namun beberapa ibu tidak dapat mencukupi bayi mereka karena minimnya Asi yang dihasilkan oleh karen itu bagi ibu yang baru melahirkan, perlu untuk mengetahui cara memperbanyak asi .

Minimnya pasokan Asi dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, konsumsi pil KB, pemenuhan hormon didalam tubuh, kekurangan gizi dan masih banyak lagi penyebab lain yang menyebabkan minimnya produksi ASI.

Minimnya produksi ASI dari ibu dapat menyebabkan resiko bayi kekurangan gizi, sistem kekebalan tubuh, daya ingat bayi yang buruk serta masalah kesehatan lainnya.

ASI merupakan sumber nutrisi yang penting untuk bayi yang baru lahir, oleh karena itu penting untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan ASI. Beberapa cara sederhana dapat anda lakukan untuk meningkatkan produktifitas ASI.

Berikut ini adalah cara memperbanyak asi untuk memenuhi kebutuhan bayi anda. Continue reading

Berhasil RE-LAKTASI (Menyusui Kembali) dengan Dukungan MAMA SOYA

RELAKTASI pun -Alhamdulillah- bisa berhasil dengan dukungan Susu Bubuk Kedelai MAMA SOYA (pelancar ASI).
Bagaimana dengan Anda?

Testimoni ini kami dapat dari salah satu agen kami, konsumen yang berhasil relaktasi dengan dukungan Mama Soya.

https://scontent-a-sin.xx.fbcdn.net/hphotos-xpa1/v/t1.0-9/10526181_10152897133884464_1040572070521938256_n.jpg?oh=6967d4ebe6224218fe4bedd37d8163b0&oe=55440ACD

Serba-serbi Relaktasi (Menyusui Kembali)

Apakah itu Relaktasi? Continue reading

Tips Memerah ASI dengan Tangan

Bagi ibu bekerja, memberikan ASI kepada buah hati tetap bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan memerah ASI. Berikut Tips cara memerah ASI denngan Tangan.

1. Ibu harus mencuci tangan dengan bersih sebelum memerah ASI.
2. Duduk atau berdiri dengan rileks dan nyaman.
3. Pegang cangkir atau wadah bersih (yang telah dcuci dengan air mendidih) dekat ke payudara.
4. Letakkan ibu jari di atas puting dan areola dan jari telunjuk pada bagian bawah puting dan areola bersamaan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara.
5. Tekan ibu jari dan jari telunjuk sedikit ke arah dada, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu.
6. Tekan sampai teraba pada sinus laktiferus yaitu tempat tampungan ASI di bawah areola.
7. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Kalau terasa sakit, berarti tekniknya salah. ASI akan mengalir terutama bila refleks oksitosinnya aktif. Apabila pada mulanya ASI tidak keluar, jangan berhenti, setelah beberapa kali maka ASI akan keluar.
8. Tekan dengan cara sama di sisi sampingnya untuk memastikan memerahnya dari semua segmen payudara.
9. Hindari mengelus jari pada kulit payudara tetapi sebaiknya seperti menggelinding.
10. Hindari memencet puting karena hal ini sama dengan jika bayi mengisap pada puting.
11. Perah ASI selama 3-5 menit sampai ASI berkurang pada satu payudara, lalu pindah ke payudara satu lagi, demikian terus bergantian.
12. Memerah ASI dapat memakan waktu 20-30 menit, dan usahakan tidak terlalu cepat dari waktu tersebut.

(dari berbagai sumber)

The Safety of Soya

The Safety of Soya

The VVF examines the latest science on soya. We give you the facts on the wealth of health benefits and the supposed risks of the humble soya bean.

By Dr Justine Butler
VVF Senior Health Campaigner

Over the last few years we have heard how soya is a very good source of nutrients and can protect against heart disease, certain cancers and may reduce the risk of osteoporosis and menopausal symptoms – it might even help boost brain power. However, not all the reports on soya are favourable and the health benefits have been questioned by some while others have gone even further, launching a vigorous anti-soya crusade. The result is confusion – people don’t know what to believe. The VVF has looked at the research in its entirety and this fact sheet sets the record straight.

The history of soya consumption
There is a long history of people safely consuming soya beans, dating back to the 11th century BC (3,000 years ago) in the eastern part of Northern China. The period from the first century AD to the 15th-16th century saw the introduction of soya beans in many parts of Asia, including Japan and India, and in 1765 the soya bean was introduced to the USA (JHCI, 2002). Since then, it has become an important part of the diets of many populations and in more recent years has found favour with vegetarians and vegans because of its many nutrients and health benefits. However, as the popularity of soya has grown, so has the number of critics questioning the benefits of this humble bean. Continue reading

Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Amerika: Susu Kedelai (Soya) Aman

Pertanyaan:
Apakah susu kedelai tidak baik untuk anak laki-laki?
dear dokter, anak sy da 3thn, selama ini konsumsi susu nut*** soya, cm akhir2 ini banyak berita yg mengatakan soya tidak baik dikonsumsi anak2 terutama laki2, sy ganti pediasure complite tetapi kok malah batuk, bagaimana mengatasinya? (dwi tkk)

dr. Tanti menjawab:
Dear bunda,
susu kedelai mengandung isoflavone yang dikatakan mirip dengan hormone estrogen, namun banyak peneliti yang mengatakan zat ini tidak sama dengan hormone estrogen. Ikatan dokter spesialis anak di Amerika menganjurkan bahwa susu kedelai aman diberikan pada bayi dan anak-anak, namun mereka juga memberikan anjuran yaitu penggunaan susu kedelai pada keadaan tertentu seperti pada anak yang tidak dapat menyusui ASI seperti intoleransi laktosa, alergi susu sapi, dan pada anak yang dibesarkan dengan pola vegetarian dan tidak boleh mengkonsumsi hewani. Sampai saat ini, penggunaan susu kedelai dinyatakan aman. Mengenai batuk, apakah anda yakin itu dikarenakan oleh susu,atau bisa juga dikarenakan sebab lain yang sebaiknya diperiksa lebih lanjut oleh dokter. Demikian jawaban saya.

(Sumber: http://www.infobunda.com/dokter/1757-Apakah-susu-kedelai-tidak-baik-untuk-anak-laki-laki.html)